-->

Notification

×

Kedapatan Maen Game Slot, PDI-P Copot Jabatan Cinta Mega Dari Kursi DPRD-DKI.

| Juli 30, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-31T02:22:32Z
JAKARTA - Anggota DPRD-DKI Cinta Mega fraksi Partai PDI-P di copot dari jabatan anggota DPRD DKI Jakarta Setelah kedapatan kedapatan bermain gim diduga slot, saat rapat paripurna pada Kamis (20/7/2023).

Pencopotan jabatan Cinta Mega setelah Partai PDI-P memutuskan Posisi Cinta di DPRD DKI Jakarta akan digantikan dengan kader lain melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW)

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P DKI Jakarta Ady Wijaya di kantornya, Selasa (25/7/2023) mengatakan pemberhentian Cinta Mega dari DPRD-DKI diputuska Melalui rapat pleno partai,

"Tadi kami rapat pleno karena segala sesuatu keputusan kami biasa melalui rapat pleno ini. Selesai rapat pleno, kami putuskan memberikan sanksi berupa PAW," ujarnya,

Ady Wijaya mengatakan pemberhentian ini merupakan sanksi atas tindakan Cinta yang kedapatan bermain gim diduga slot, saat rapat paripurna pada Kamis (20/7/2023).

Selanjutnya, Ady menegaskan bahwa keputusan DPD PDI-P DKI Jakarta mengenai sanksi Cinta akan langsung diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P. 

"Langsung malam ini juga kami kirim suratnya ke DPP Partai, Apa pun gimnya, tetaplah kesalahan Menurut Ady, jajarannya enggan mempersoalkan apakah gim yang dimainkan oleh Cinta berkaitan dengan judi online atau tidak." tegas Ady. 


Menurut Ady tindakan Cinta bermain gim saat rapat paripurna tetaplah kesalahan. "Main apa pun sudah salah di sana ya. Jadi enggak ada urusan mengenai slot kek, gim kek, salah saja, titik," tegas Ady.

Bersamaan dengan itu, Ady menyampaikan permintaan maaf atas tindakan Cinta Mega yang dianggap tidak terpuji. "Saya minta maaf atas kelakukan anggota saya," ucap Ady.

Selain melakukan PAW, Ady memastikan bahwa PDI-P tidak akan lagi mencalonkan Cinta dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Kami tidak mencalonkan lagi untuk 2024. Cukup tegas partai saya?," kata Ady.

Dia bahkan merekomendasikan kader tersebut dipecat dari keanggotaan partai. Meski begitu, keputusan akhir mengenai rekomendasi ini menjadi kewenangan DPP PDI-P. "Nanti biar DPP partai yang memutuskan. Okey," tegas Ady.***

Red

Sumber kompas.com

Berita Ekonomi