50KOTA,---- Febri Yulianti (29) warga Jorong Subarang Tabek, Nagari Situjuah Banda Dalam, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat terbaring lemah selama beberapa bulan ini di kediamannya. Pasalnya ibu dari satu orang anak ini awalnya menolak untuk di Vaksin karena dulu Febri Yulianti memiliki penyakit bawaan.
Dikutip dari HaluanPadang.com yang menyambangi kediaman Febri Yulianti, Kamis (17/02/2022) terlihat dia sedang terbaring lemah di tempat tidurnya. Sang suami Fernando (30) terlihat sedang mengipas istrinya karna kondisi istrinya yang terus merintik kesakitan.
Fernando mengatatakan kronologi yang dialami istrinya, sebelum mengalami kulit melepuh disekujur tubuhnya, kejadian bermula pada 11 November 2021 silam, waktu itu istrinya mengikuti vaksinasi di halaman kantor Wali Nagari Situjuah Banda Dalam.
"Awalnya istri saya menolak untuk di vaksin, karena dia ada penyakit bawaan auto imun 8 tahun yang lewat. Namun petugas vaksin disana memeriksa kondisi istri saya sebelum di vaksin. Kami sudah mengatakan kalau ada penyakit bawaan, namun setelah pemeriksaan oleh petugas vaksin, mereka mengatakan tidak apa-apa dan bisa untuk di vaksin," jelas Fernando.
Disela perbincangan, suara isak tangis anak kecil terdengar nyaring, ternyata Farhan anak dari Febri Yulianti dan Fernando yang masih berusia 3 tahun, sambil menangis terlihat Farhan duduk disebelah ibu yang terbaring lemah.
Melanjutkan perbincangan, Fernando mengatakan setelah vaksin pada tanggal 11 November 2021 silam, besoknya sang istri mengatakan bahwa seluruh kulitnya terasa mangarinyam (bergerak-gerak sendiri.red).
"Mendengar istri mengeluh demikian, saya kira itu evek karena kemaren baru siap di vaksin, namun besoknya timbul bintik-bintik merah di tangan istri saya, semakin hari bintik-bintik merah ini membesar dan meluas keseluruh tubuh, saya lansung ke RSUD Ahmad Darwis di Suliki, pihak rumah sakit merujuk istri saya ke RSUD M. Djamil," terang Fernando.
Di RSUD M. Djamil pihak RS mengatakan, terkait penyakit yang di alami oleh Febri Yulianti adalah Auto Imun.
Febri Yulianti merupakan tenaga honorer di salah satu SD setempat, karena kondisinya Febri tidak bisa melanjutkan tugas mulianya itu sudah 4 bulan ini. Bahkan karena dipaksa oleh keadaan, Fernando yang keseharianya kerja serabutan terpaksa harus dirumah.
"Karena kondisi, saya harus merawat istri dan anak saya yang berusia baru 3 tahun. Sudah beberapa bulan ini kami tidak ada pemasukan. Bantuan pemerintah sempat kami rasakan sekali, uang sebesar Rp.750.000,00," tuturnya.
"Sampai saat ini, istri saya selalu merintih kesakitan, gatal, mual dan bahkan nafsu makannya menurun. Kita berharap sentuhan dari pemerintah karena semakin hari kondisi ekonomi keluarga kami tidak terbantu," harapnya.(*)
Rio
