-->

Notification

×

Pembunuhan Sadis Yang dilakukan oleh anak kandung di Km 38 Desa Tasik Serai Diduga faktor konflik keluarga

| April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T18:43:11Z
TALANG MUANDAU - Seorang pria bernama Rijal Pasaribu (47) ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan setalah di habisi oleh anaknya sendiri di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (7/4/2026) terjawab sudah,

Berdasarkan keterangan Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian saleh siregar S.I.K, M.Si kepada awak media mengatakan, Peristiwa pembunuhan sadis itu pertama kali diketahui setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pada pukul 13.19 WIB. 

Mendapat Informasi tersebut pihaknya segera menindaklanjuti melalui personel Bhabinkamtibmas dan piket fungsi yang langsung menuju lokasi kejadian,

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar dengan luka yang sangat parah. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher yang menyebabkan kematian di tempat. Bahkan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan bagian leher hampir terputus.

"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, diketahui bahwa sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara korban dengan istrinya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui meminta sejumlah uang dan sempat terjadi cekcok. Setelah itu, istri korban pergi ke ladang meninggalkan korban bersama anaknya di rumah.

Diduga, pelaku yang merupakan anak kandung korban berinisial R.M.M.P. (19), yang saat itu berada di rumah, kemudian melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 13.00 WIB. Saat korban sedang tertidur di dalam kamar, pelaku mengambil sebilah parang dari gudang dan langsung melakukan penyerangan dengan membacok korban berkali-kali pada bagian kepala dan leher.

Akibat serangan tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius. Hasil visum sementara menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

Tidak lama setelah kejadian, tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPTU Donni Widodo Siagian langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Polisi juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti dan pelaku.

Hingga saat ini, motif pasti dari peristiwa tragis tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor konflik keluarga yang memicu tindakan kekerasan berujung hilangnya nyawa.

Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan terkendali, serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat pelaku merupakan anak kandung korban sendiri, yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru berujung pada tindakan yang sangat tragis.(Red)